Ernata: Masyarakat Jangan Terbiasa Beri Uang kepada Pengemis

![]()
Sangatta, Citizens.co.id – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menyoroti peran krusial masyarakat dalam penanganan masalah pengemis. Kunci utamanya adalah masyarakat untuk tidak memberikan uang atau sedekah kepada pengemis.
Kepala Dinsos Kutim Ernata mengatakan, Dinsos tidak bisa menangani masalah pengemis secara sendiri. Dinsos membutuhkan peran dari semua OPD, dan termasuk peran dari masyarakat secara umum.
“Masyarakat itu harus kontribusi, kami di Dinsos tidak bisa berjalan sendiri untuk menangani masalah pengemis. Kuncinya satu, masyarakat jangan memberikan uang atau sedekah kepada pengemis,” tutur dia.
Dinsos Kabupaten Kutim, tidak henti hentinya memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak memberikan uang atau sedekah kepada pengemis. Dr. Ernata menyebut, bahwa Dinsos juga sudah memasang plakat yang bertuliskan tentang larangan pengemis berad di lokasi tersebut. Namun nyatanya hal itu masih juga dilanggar.
“Kami juga sering memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak memberikan uang kepada pengemis. Itu melanggar Perda, namun faktanya masih ada masyarakat yang memberikan uang pada pengemis,” kata dia.
Lebih lanjut ia menambahkan, Dinsos juga sudah bekerjasama dengan Satpol PP dalam hal penertiban gelandangan atau pengemis.
“Kami sudah bekerjasama dengan Satpol PP dalam hal penertiban gelandangan atau pengemis. Namun, kami juga tidak bisa menertibkan semua pengemis yang ada di Kutim,” ucap dia.
Menurut Ernata, masyarakat bisa ikut berperan dalam menangani masalah pengemis dengan tidak memberikan uang atau sedekah kepada pengemis. Hal ini karena dengan memberikan uang atau sedekah, maka pengemis akan semakin terbiasa untuk mengemis.
“Masyarakat bisa ikut berperan dengan tidak memberikan uang atau sedekah kepada pengemis. Dengan begitu, pengemis akan semakin berkurang,” pungkasnya.








