Agusriansyah Sebut Tak Perlu Khawatirkan Persentase Serapan Anggaran

![]()
Sangatta, Citizens.co.id – Meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap fasilitas publik seperti sekolah, terminal, tempat ibadah dan pasar tentu akan meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dan meluasnya infrastruktur.
Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) terus merancang dan membangun segala sarana dan prasarana publik yang memang menjadi kebutuhan dan permintaan atas kepentingan masyarakat.
Dalam prosesnya diketahui terdapat dua perencanaan pembangunan yang sampai kini belum terealisasi pembangunan, yaitu masjid dan pasar, yang hal tersebut mendapatkan tanggapan dari Agusriansyah selaku Anggota komisi D DPRD Kutai Timur.
Agusriansyah menekankan bahwa belum terealisasinya pembangunan tersebut tidak bisa disebut sebuah kegagalan. “Itu bukan gagal, tapi mungkin ada pertimbangan teknis yang harus betul-betul detail,” ujarnya.
Ia menjelaskan, “karena bicara pembangunan kan ada implikasi persoalan hukum, ada hal-hal yang harus dipenuhi dalam proses,” tandasnya.
Menurut Agusriansyah tentunya merupakan hal yang belajar jika suatu pembangunan mendapatkan kontroversi berupa persetujuan maupun ketidaksetujuan dari pihak pihak tertentu, karena dia menganggap hal tersebut merupakan bagian dari dinamika lapangan.
“Ya, kita belum mendapatkan laporan teknisnya, tapi informasi yang kita dengar memang persoalan lokasi, ada yang menginginkan tetap di tempat itu, ada yang menginginkan agar supaya terjadi perpindahan, itu kan dinamika di lapangan,” tuturnya.
Bangun iya juga menegaskan bahwa jika pembangunan tersebut merupakan pajak kepentingan orang banyak maka pembangunan tersebut harus tetap direalisasikan dan tidak boleh sampai gagal.
“Tentunya dinas teknis yang lebih memahami kira-kira mana yang tepat untuk itu. Yang pasti kebutuhan masyarakat terhadap dua fasilitas itu tidak boleh ke depan tidak terwujud,” tegasnya.
Disisi lain, terkait realisasi anggaran yang menunjukkan persentase yang belum begitu besar, politisi PKS tersebut mengatakan bahwa tidak perlu mengkhawatirkan hal tersebut, pasalnya berkaca dari data tahun 2023 dimana secara persentase serapan anggaran mampu terealisasi hingga 85% dipenghujung tahun 2023.
“Ya saya rasa sekarang kan terus berprogres, ya sebagaimana dulu dikhawatirkan teman-teman misalnya di tahun 2023, dikhawatirkan teman-teman realisasi itu akan persentasenya rendah, kan Alhamdulillah juga kita bisa lihat kan sampai ke 80-85% itu mampu terrealisasi di tahun 2023,” pungkasnya.ADV








