AdvertorialDPRD Kutai Timur

Pemerintah Kutim Akan Kelola Destinasi Wisata Agar Terintegrasi

Loading

Sangatta, Citizens.co.id – Anggota Komisi D DPRD Kutim, Agusriansyah Ridwan hadir pada acara Pengukuhan Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiatul Aisyiyah Kabupaten Kutai Timur di Kantor Bupati Kutai Timur.

Seusai acara berlangsung, Agusriansyah menyampaikan pandangannya bahwa ia melihat Kader-kader Muhammadiyah memiliki kapasitas dalam memberikan kontribusi dan peran pada hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN) di wilayah Kalimantan Timur.

“Bahwa kader-kader Muhammadiyah itu memiliki kapabilitas memiliki kapasitas untuk bagaimana berkontribusi mengambil peran terhadap menjadinya Ibukota negara Kalimantan Timur,” katanya.

Agusriansyah menuturkan bahwa para Kader Muhammadiyah mampu mengambil peran dalam hal pengawasan ketika terjadi implikasi perubahan sosial, kultur maupun budaya.

“Jadi peran-peran terbaik dalam sisi misalnya pengawasan. Karena pasti terjadi implikasi perubahan sosial, kultur, dan budaya ini kan Muhammadiyah harus hadir,” ujarnya.

Agusriansyah juga mengatakan bahwa tak menutup kemungkinan akan ada interaksi yang berubah dan Muhammadiyah diharapkan hadir disana dalam rangka memberi pembelaan atas hak-hak yang bersinggungan dengan perubahan-perubahan yang terjadi.

“Termasuk bisa jadi ada interaksi yang berubah, bisa jadi juga ada hak-hak yang kemungkinan harus diberi pembelaan karena terjadinya perubahan-perubahan,” tandasnya.

Agusriansyah juga menerangkan Muhammadiyah dapat memberikan dukungan dalam proses pemindahan IKN agar tetap berjalan dengan baik seperti yang telah ia sampaikan sebelumnya.

“Ada juga yang harus disupport terhadap proses IKN ini agar supaya bisa berjalan dengan baik. Nah itu yang saya sampaikan tadi,” pungkasnya

Disisi lain, Agusriansyah juga menyoroti terkait bidang pariwisata Kutai Timur yang memendam potensi luar biasa. Dia mengatakan bahwa pariwisata di Kutai Timur ada yang berjenis wisata alam ataupun buatan, dan kedepannya akan diintegrasikan dengan kultur, budaya maupun kuliner khas setempat.

“Pariwisata Ini kan ada beberapa jenis pariwisata. Maksud saya ada yang faktornya karena dibentuk oleh alam ada memang pariwisata dibentuk karena secara ini dilakukan perencanaannya ada memang yang betul-betul terintegrasi dalam bentuk apa kultur, budaya yang ada bisa menjadi wisata bisa kuliner bisa terhadap seni budaya yang ada,” tandasnya.

Ia juga menambahkan, bahwa ia berharap dapat membuat pilot project dengan membenahi dan mengelompokkan berdasarkan jarak antar titik wisata lalu dijadikan satu trip.

“Kalau bisa harus ada pada project jadi dari sekian banyak misalnya wisata alam yang tersedia, itu kalau bisa pilot project pertamanya itu adalah dipilih destinasinya dan dijadikan satu kesatuan trip nanti kedepannya, jadi benar-benar dibenahi kalau bisa ya. Ada sekian ratus dipilih 10, yang mungkin agak-agak berdekatan alamnya bagus dibuat trip-nya,” pungkasnya.ADV

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button