AdvertorialDPRD Kutai Timur

Arfan Minta Dinas Terkait Tindaklanjuti Jalan Yang Masih Rawan Kecelakaan

Loading

Sangatta, Citizens.co.id – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur terus berkomitmen untuk melakukan pembangunan yang maju dan merata bagi masyarakat Kutim dalam rangka dalam rangka meningkat dalam rangka meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Dalam proses pembangunannya tak dipungkiri hadir pula kendala maupun hambatan yang memaksa pemerintah Kutim untuk dapat menghadirkan pemecahan dalam mewujudkan komitmennya menciptakan pembangunan berkelanjutan.

Wakil Ketua ll DPRD Kutai Timur, Arfan menyampaikan kepada tim media bahwa dari temuan pansus DPR di Kutim diketahui terdapat dua objek yang saat ini tidak berjalan sesuai yang direncanakan. Dua program pembangunan tersebut yaitu pembangunan Pasar dan juga pembangunan masjid.

“Ya, temuan hasil pansus DPR Kabupaten Kutai Timur diperkirakan dua obyek itu tidak berjalan. Masjid sama pasar kalau tidak salah. Sehingga saya kira ini kan kalau tidak berjalan anggarannya pasti kembali ke negara,” katanya.

Arfan mengatakan bahwa kedua program tersebut dilaksanakan tidak lain adalah mewujudkan harapan masyarakat atas kebutuhan mereka oleh karena itu pihaknya berharap Bupati kutip yang baru kelak beserta jajaran DPRD Kutim dapat mendorong agar pembangunan masjid dan pasar tersebut dapat dilanjutkan hingga selesai.

“Kita berharap karena itu menjadi usulan masyarakat, kalaupun nantikan Bupati yang baru, insya Allah juga teman-teman DPR yang ada di Kabupaten Kutim mendorong supaya itu dilanjut,” pungkasnya.

Disisi lain, Arfan juga mengomentari tentang adanya akses jalan yang masih menghadapi kendala berupa risiko keamanan bagi pengguna jalan tersebut. Menurutnya pembangunan jalan tersebut tentu dilakukan dengan adanya proses perencanaan dan jika terjadi persoalan maka dinas terkait harus turun tangan untuk melakukan tindak lanjut.

Arfan menekankan bahwa anggaran Kutai Timur untuk melakukan sesuatu sebagai bentuk solusi terhadap masalah yang terjadi pada jalan-jalan yang memang belum kondusif baik dari segi fisik maupun faktor lainnya seharusnya lebih dari cukup.

“Yang pertama itu tentu memang kalau soal akses ini tentu ada perencanaan. Jadi kita harapkan dinas PU perkim itu merencanakan. Kalau memang itu sangat dibutuhkan ya wajib lah kita dibantu. Karena anggaran dari Kutai Timur banyak aja kok,” ujarnya.ADV

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button