Asti Mazar Sebut Agenda Yang Diwakilkan Hanya Akan Membuat Permasalahan Jadi Berlarut-larut

![]()
Sangatta, Citizens.co.id – Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Asti Mazar, dalam menjalankan amanahnya rencana untuk menggelar agenda Rapat Dengar Pendapat (RDP) untuk menciptakan solusi atas permasalahan-permasalahan yang kini terjadi di masyarakat Kutim khususnya pada bidang pemenuhan dan perlindungan hak anak.
Asti Mazar menyampaikan dengan tegas dan berencana menerangkan dalam surat undangan yang ia buat bahwa ia tidak berkenan jika undangan agenda Rapat Dengar Pendapat yang digagasnya malah dihadiri oleh perwakilan dari pihak terkait.
Asti Mazar percaya undangan yang diwakili hanya akan membuat agenda RDP menjadi tidak efektif dan menjadi bertele-tele karena pihak yang hadir tidak akan cukup memahami apa yang menjadi inti dari agenda RDP.
“Oh saya nggak mau kalau saya mengundang, saya sampaikan di dalam surat, tidak boleh diwakili. Nggak tahu saya kalau ketua DPR. kalau saya mengundang biasanya dulu saya PLT ketua DPR (selama) 3 bulan itu nggak gampang loh, di saat ada huru-hara dulu,” tandasnya.
Ia menerangkan bahwa apabila agenda yang dilaksanakan berkaitan dengan pembahasan kebijakan maka pihak-pihak yang mengahdiri haruslah mereka yang benar-benar memiliki kompetensi di bidangnya masing-masing.
“itu saya selalu ini saya minta kalau memang ini yang berkaitan tentang kebijakan itu harus yang kompetensi di bidangnya masing-masing. Kalau memang itu kepala yang dinasnya, harus Kepala Dinasnya. Kalau memang itu Kepala Bidang, harus Kepala Bidangnya,” paparnya.
Ia mengatakan hal tersebut dapat mencegah timbulnya dalih-dalih yang terkesa mengungkapkan bahwa yang bersangkutan tidak berkapasitas dan akhirnya akan terjadi tindakan saling melempar tanggung jawab lagi.
Bahkan, ia melanjutkan, apabila agenda dihadiri oleh pihak yang tidak kompeten dan terjadi sikap dan bertanggung jawab, maka pertemuan tersebut cenderung tidak akan tuntas dan hanya akan membuat adanya pertemuan lanjutan sehingga pembahasan akan terkesan berlarut-larut.
“Kalau enggak nanti di dalam rapat (akan mengatakan) ini bukan kapasitas saya. Mereka saling melempar tanggung jawab. Itu akan ada pertemuan berikutnya lagi ntar, jadinya nggak ada selesai-selesai nya,” pungkasnya.ADV








