Asti Mazar Sayangkan Proyek MYC Yang Saat Ini Tak Berlanjut Pengerjaannya

![]()
Sangatta, Citizens.co.id – Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Asti Mazar menyampaikan kepada tim wartawan bahwa ia akan terus memegang komitmennya dalam mewujudkan Kabupaten Kutai Timur sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA).
Dijelaskan oleh Asti Mazar bahwa pemerintah kali ini sudah meningkatkan targetnya yang semula predikat Kabupaten Layak Anak telah dicapai, saat ini pemerintah tengah menargetkan predikat Nindya. Dan Asti Mazar juga berkata bahwa hal tersebut harus diupayakan habis-habisan.
“Ini juga kita kan target lagi KLA, Kabupaten Layak Anak. Tapi kita akan naik Nindya ya. Kita targetnya Nindya. Kalau kemarin kan di bawahnya. Nah ini juga harus digenjot habis-habisan,” tuturnya.
Sebagai bentuk keseriusannya, Asti menyampaikan kembali bahwa ia akan menggelar agenda Rapat Dengar Pendapat untuk menyatukan persepsi setiap pihak dan berharap semuanya memahami tugasnya masing-masing.
“Yah salah satunya tadi kita akan RDP (Rapat Dengar Pendapat) salah satunya itu karena itu belum pernah ada pertemuan semacam itu. Untuk membagi tugas masing-masing,” kata Asti.
Dilain pihak, Asti Mazar menanggapi terkait permasalahan adanya program pemerintah yang saat ini belum juga kunjung tuntas, diantaranya yaitu proyek Multiyears yang saat ini menjadi catatan penting baginya.
“Oh banyak yang tidak berhasil. Salah satunya multiyears kali ya. Multiyears yang menjadi catatan paling penting,” tuturnya.
Dilanjutkannya, ia menyampaikan bahwa pihak DPRD Kutim telah melaksanakan inspeksi dadakan (sidak) pada proyek-proyek multiyears yang saat ini tidak berlanjut. Asti Mazar menekankan bahwa hal tersebut sangatlah ia sayangkan.
“Karena kemarin DPRD kan sudah sidak tuh, ada beberapa yang tidak jalan. Itu sangat disayangkan. Dan Kemarin kan kita DPRD kan, coba tuh DPRD yang mendatangi KPK, terkait MY (Multiyears) kan, karena kami takut melangkah. Apakah ini bisa dilanjutkan, (atau) Apakah tidak bisa dilanjutkan,” ujar Asti.
Asti Mazar menegaskan bahwa ia adalah salah satu orang yang bersama-sama DPRD termasuk Ketua DPRD Kutim mendatangi pihak KPK dalam rangka pencegahan munculnya tindak pidana akibat proyek yang tak dilanjutkan tersebut.
“Dan saya salah satu orang yang salah satu anggota DPRD termasuk ketua DPR yang ikut dalam pertemuan itu,” tukasnya.ADV








