Misi Agusriansyah Junjung Tinggi Prinsip Persaudaraan Dalam Ciptakan Kondusifitas Di Kaltim

![]()
Sangatta, Citizens.co.id – Anggota Komisi D DPRD Kutim, Agusriansyah Ridwan memaparkan bahwa ia memiliki tiga misi yang akan ia bawa dalam melanjutkan kepemimpinannya sebagai Dewan Legislatif provinsi Kalimantan Timur.
Dalam penyampaiannya ia mengatakan bahwa ia akan menjunjung tinggi persaudaraan di mana ia akan menjaga kondusifitas Kalimantan Timur dalam berbagai warna kultur dan budaya.
“Ya tentunya kalau bicara misi, saya punya tagline, pertama adalah persaudaraan, yang berarti kalau misi persaudaraan adalah bagaimana menciptakan kondusifitas di Kalimantan Timur di tengah-tengah kultur budaya yang ada,” ujarnya.
Ia juga melanjutkan bahwa perbedaan adalah sebuah kekuatan yang jika dipadukan dalam rangkaian tujuan yang sama maka dapat membuat Kalimantan Timur lebih maju.
“Bahwa perbedaan itu adalah Rahmat, perbedaan itu adalah kekuatan manakala tujuannya itu adalah menjadi satu dalam rangkaian untuk bagaimana memajukan Kalimantan Timur, itu yang pertama,” katanya.
Lebih lanjut, ia juga menuturkan bahwa misi tentang pemenuhan hak-hak asasi manusia di mana tidak ada diskriminasi ataupun ketidakadilan dalam upaya melakukan pembangunan yang merata.
Menurutnya hak-hak asasi manusia haruslah dilindungi dengan serius, baik dalam sisi legislasi peraturan daerah ataupun yang lainnya baik terhadap perseorangan ataupun subjek yang bersifat kolektif seperti komunitas.
“Yang kedua kemanusiaan, berarti pemenuhan hak-hak asasi manusia. Diskriminasi, ketidakadilan dan lain sebagainya baik dalam perspektif pemerataan pembangunan dan lain sebagainya. Perspektif perseorangan, komunitas dan lain sebagainya. Itu harus betul-betul dilindungi. Baik dalam sisi budgeting dalam sisi legislasi perlindungan peraturan daerah, dan lain sebagainya,” tandasnya.
Dan yang terakhir ia menyampaikan bahwa misi ketiga yang ia pegang teguh adalah integritas. Hal tersebut ia jelaskan bahwa dalam cita-citanya menciptakan sumber daya manusia yang mampu menelurkan kritik-kritik yang konstruktif dan berpendirian teguh dalam memajukan Kalimantan Timur tanpa mudah terombang-ambing suatu isu.
“Nah yang ketiga adalah integritas, bahwa kita sebenarnya ingin menciptakan sumber daya manusia yang memiliki kritik-kritik yang konstruktif dan tidak mudah diombang-ambingkan suatu isu atau semacam pendirian-pendirian labil sehingga memudahkan kita tidak mudah fokus konsentrasi terhadap Kalimantan Timur ke depan,” bebernya.ADV








