Pemkab Kutim

DPM-PTSP Kutim: PT EAI Belum Kirim Bisnis Plan, Proses Evaluasi Terus Berlanjut

Loading

Sangatta, Citizens.co.id – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, mulai dilirik oleh investor dari luar daerah. Hal ini terlihat dengan adanya satu perusahaan yang telah membangun industrinya di KEK Maloy, yaitu PT Palma Serasih Indonesia (PSI).

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kutim, Teguh Budi Santoso, mengatakan bahwa PT PSI telah membangun hampir 100 persen. Namun, perusahaan tersebut belum bisa beroperasi karena menunggu izin dari pelabuhan.

“Investasinya pada tahap pertama sekitar Rp 100 miliar,” kata Teguh.

Teguh menambahkan, selain PT PSI, ada satu perusahaan lagi yang berencana masuk ke KEK Maloy, yaitu PT Energi Agro Investama (EAI). Perusahaan tersebut rencananya akan memproduksi turunan kelapa sawit, yakni biodiesel dan minyak goreng.

“Tapi kalau minyak goreng kayanya masih tanda tanya, mereka (PT EAI) melihat supply and demand,” terang Teguh.

Teguh mengatakan bahwa pihaknya saat ini tengah meminta bisnis plan dari PT EAI. Namun, hingga saat ini PT EAI belum mengirimkan bisnis plannya.

“PT EAI akan menaruh uang (investasi) sekitar Rp 800 miliar,” tutur Teguh.

Keberadaan KEK Maloy diharapkan dapat menjadi motor penggerak perekonomian di Kabupaten Kutai Timur. KEK Maloy memiliki potensi yang besar untuk menarik investor, terutama investor dari luar daerah.(Adv)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button