Agusriansyah Berharap Dunia Pendidikan di Kutim Mampu Beroperasi Secara Online

![]()
Sangatta, Citizens.co.id – Menghadapi tantangan hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur terus berupaya menyiapkan diri dari sisi kualitas pelayanan, pengembangan, maupun dari sisi Sumber Daya Manusia (SDM).
Anggota Komisi D DPRD Kutim, Agusriansyah Ridwan menyampaikan bahwa dalam rangka melanjutkan karir politik legislasinya ke tingkat DPRD provinsi, dirinya mengatakan bahwa ia akan berpegang pada tiga misi sebagai tagline-nya menjalankan roda kepemerintahan.
Agus Riansyah menjelaskan bahwa tiga misi tersebut yang pertama adalah misi tentang persaudaraan di mana menjadikan perbedaan menjadi sebuah kekuatan yang terpadukan. Yang kedua adalah misi tentang kemanusiaan dalam menjaga hak asasi manusia. Dan yang ketiga adalah misi tentang integritas yang menciptakan kritik-kritik yang konstruktif dan teguh menghadapi isu-isu yang menggoyahkan.
“Tantangan ke depan dengan menjadinya IKN, saya rasa dengan tiga tagline yang saya miliki Sejak saya maju menjadi anggota dewan ini perlu dielaborasi dalam sisi kebijakan baik dalam sisi peningkatan sumber daya alam maupun sumber daya manusia,” pungkasnya.
Disisi lain, dalam perhatiannya kepada dunia pendidikan ia mengatakan bahwa penyediaan sarana dan prasarana termasuk akses internet yang merata merupakan hal yang harus mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah.
“Saya rasa itu harus dilakukan karena kalau bicara soal pemerintahan desa dan wilayah itu kan ada kominfo, tapi kalau untuk sarana dan prasarana yang ada di Dinas Pendidikan harusnya itu memang bisa dilakukan rencana strategi sendiri, pencapaian-pencapaian, nah saya rasa itu kan sesuatu yang harus disupport,” tuturnya.
Hal tersebut ia nilai penting karena sarana dan prasarana pendukung merupakan hal yang penting selain tingkat akreditasi suatu pendidikan.
“Karena selain akreditasi termasuk sarana dan prasarana pendukung. karena apalagi sekarang kan kita sudah banyak menggunakan dan mengejar ketertinggalan secara informatika dan teknologi,” tandasnya.
Lebih lanjut dalam proses pembaharuan sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), ia berharap bahwa segera Kabupaten Kutai Timur dapat mengaplikasikan sistem online dalam segala aspek Pendidikan termasuk kemudahan dalam mendaftar sebagai peserta didik di suatu sekolah.
“Itu kan salah satu yang akan terbarukan, yang tadinya belum melalui online bisa online tapi kan PPDB ini kan banyak salurannya ya mungkin tidak semua wilayah sekarang yang masih menggunakan online, tapi bisa menggunakan cara lain, nah harapannya ke depan menggunakan secara online semua,” kata Agusriansyah.ADV








