Arfan Sebut Pembangunan Yang Merata Kutim Perlu Waktu Hingga Puluhan Tahun

![]()
Sangatta, Citizens.co.id – Wakil Ketua ll DPRD Kutai Timur, Arfan menyampaikan pandangannya terkait diselenggarakannya Halal Bihalal Akbar yang diadakan oleh Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan baru-baru ini. Dalam acara tersebut disampaikan bahwa jangan sampai pemilu yang akan datang menimbulkan gesekan yang tidak perlu.
Arfan menuturkan bahwa ketua kkss menghimbau agar dalam diselenggarakannya pesta demokrasi nanti anggota kkss dapat turut mewarnai kontestasi pemilu tersebut dan turut berperan dalam jajaran parlemen di lingkaran pemerintahan Kutim.
“Jadi itu tadi karena Ketua KKSS mengisyaratkan ini mau pilkada. Di parlemen, di pemerintah, itu kan KKSS mewarnai Kabupaten Kutai Timur,” ujarnya.
Di sisi lain Arfan juga menyampaikan bahwa salah satu pekerjaan di Kabupaten Kutai Timur belum juga menunjukkan progresnya kendati saat ini telah memasuki bulan kelima di tahun 2024.
Arfan berharap bahwa tahun 2024 ini tak perlu lagi ada Silpa lantaran realisasi anggaran pembangunan yang tidak terserap karena pembangunan yang progresnya tidak mencapai seperti yang direncanakan.
“Ya, kita, saya secara pribadi ini agak khawatir ini, khawatirnya sudah bulan 5 belum jalan, sehingga nanti kita berharap jangan ada silpa lagi lah, tapi ini kan saya dengar statement PU, Kadis PU itu optimis saja,” katanya.
Ia melanjutkan, “Ini kan bulan 5, bulan 6 ini sudah berjalan. Sehingga masih perubahan lagi yang benar-benar Desember tidak ada Silpa,” pungkasnya.
Arkan menuturkan bahwa pihaknya akan terus memberikan motivasi semangat dan dorongan lantaran tim pansus yang dibentuk telah memanggil pihak dari dinas terkait untuk menghimbau jangan sampai ada lagi Silpa untuk tahun 2024.
Lebih lanjut, Arfan mengungkapkan bahwa pembangunan di Kutai Timur memiliki kendala yang tersendiri yaitu wilayah yang sangat luas sehingga perlu waktu yang tidak sebentar dalam merealisasikan pembangunan yang merata.
“Yang pertama memang saya pikir kendala ya, kendalanya itu Kutai Timur sangat luas, sangat luas, wilayahnya sangat luas wilayahnya. Jadi untuk mau membangun merata itu butuh proses, paling tidak 20 tahun lah,” paparnya.






