AdvertorialDPRD Kutai Timur

Pemerintah Akan Akomodir Aspirasi Yang Disampaikan Pada Aksi Hari Buruh Di Dua Titik Yang Berbeda

Loading

Sangatta, Citizens.co.id – Pelaksanaan memperingati Hari Buruh atau yang disebut May Day di Kabupaten Kutai Timur, tepatnya di Lapangan Polder Ilham Maulana berjalan dengan tertib, damai dan meriah dalam tema “Kerja Bersama Wujudkan Pekerja/Buruh Kompeten”.

Anggota DPRD Kabupaten Kutai Timur Komisi A, Basti Sangga LangiKetua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) Joni, yang juga hadir ditengah-tengah meriahnya acara tersebut, mengungkapkan pandangannya kepada tim media terkait situasi penyampaian aspirasi dan tuntutan yang dilayangkan oleh para pekerja.

Joni menyampaikan bahwa sebagian besar tuntutan yang diajukan oleh para buruh sebenarnya sudah terrealisasi, khususnya kebijakan yang berlaku di Kutim.

“Ya Pemerintah Kutai Timur bersama eksekutif, legislatif, bersinergi, artinya kita kasih porsi untuk buruh ini,” katanya.

Joni ungkapkan bahwa ia tak persoalkan pilihan para buruh yang terbagi dalam dua titik aksi, selama aksi yang mereka lakukan damai dan kondusif. Mengingat, aksi yang mereka lakukan di area Bukit Pelangi diketahui memang sudah mengantongi izin dari pemerintah.

“Walaupun hal-hal yang lain yang mungkin itu memang Ada hal-hal yang lain yang mungkin itu memang, Ketika mereka menghendaki itu ya pemerintah juga tidak menolak, laksanakan saja yang penting tertib, tidak menganggu lalu lintas,” tandasnya.

Kendati ia menjelaskan bahwa mereka yang mengikuti agenda peringatan Hari Buruh di Lapangan Polder Ilham Maulana, Jalan Poros Dayung aspirasinya akan lebih terakomodir karena beberapa pihak yang memang menjadi sasaran tuntutan para massa aksi memang dihadirkan disana.

“Nah, menurut kami yang terbaik porsi ini ya di polder ini. Tidak ada menganggu aktivitas di jalan-jalan, kan. Walaupun hal-hal yang lain yang mungkin itu memang Ada hal-hal yang lain yang mungkin itu memang, Ketika mereka menghendaki itu ya pemerintah juga tidak menolak, laksanakan saja yang penting tertib, tidak menganggu lalu lintas,” pungkasnya.

“Tapi fokus kan kita fokuskan di sini. Jadi sehingga apa-apa yang disampaikan buruh itu bisa terakomodir. Karena semua di sini ada. Dari Dinas terkait, dari apa keamanannya. Sehingga bisa langsung memantau lah usulan-usulan dari buruh itu,” lanjutnya.

Lebih lanjut, ia pun menegaskan kembali bahwa sebenarnya inti dari 2 aksi yang dilakukan pada Hari Buruh tersebut tak berbeda, yaitu menyampaikan aspirasi dan tuntutan yang menjadi kebutuhan para Buruh tersebut.

“Nah sama saja sebenarnya, cuma ini versinya saja beda-beda. Yang disana kan mau menyampaikan orasi, tidak ada masalah juga, nanti kan tetap ke sini juga nanti. Tidak ada masalah,” tandasnya.ADV

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button