Anggaran 2024 Capai 9 Triliun, Pemerintah Kutim Gagas Ribuan Program Untuk Lakukan Pembangunan

![]()
Sangatta, Citizens.co.id – Asti Mazar, Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mengemukakan salah satu alasan dibalik mandeknya beberapa pekerjaan Multiyears yang saat ini menjadi proyek di Kutai Timur.
Dijelaskan oleh Asti Mazar, bahwa terlebih dahulu ia bersama pihak DPRD Kutim lain telah melakukan sidak ke beberapa proyek multiyears untuk meninjau langsung apa yang menjadi permasalahan di lapangan.
“Karena begini, contoh Misalnya ‘ini kenapa kok belum jalan?’ gitu ya. Kenapa kok belum jalan apa nih PU Perkim misalnya ketika ditanya. Kan yang sering lambat berjalan 2 itu. PU Perkim kenapa nih lambat jalan?,” tuturnya.
Asti Mazar menyampaikan bahwa dalam inspeksi dadakan tersebut lagi-lagi yang menjadi alasan berhentinya pekerjaan adalah faktor SDM. Asti menuturkan bahwa salah satu syarat pekerjaan dilakukan adalah adanya SDM yang memang telah tersertifikasi.
“Yang mereka sampaikan pasti terkait SDM. SDM mereka kurang. satu, personil mereka kurang. Saya bilang bagaimana caranya bisa menambah? ternyata mereka harus punya sertifikasi,” tandasnya.
Asti Mazar mengatakan bahwa saat ini Kutai Timur memiliki anggaran yang jauh lebih besar dibanding sebelumnya, hal tersebut akhirnya membuat pemerintah menggagas ribuan program guna memastikan anggaran terserap maksimal untuk masyarakat.
Kendati demikian, dirancangnya ribuan program oleh pemerintah tersebut tentu berbanding lurus dengan kebutuhan jumlah SDM dalam merealisasikan program-program tersebut.
“Dulu kita punya anggaran 3 triliun sekian, mereka mereka personilnya itu mungkin 9 (orang) cukup. Kalau dengan angka 9 (triliun) sekian ya pasti nggak cukup lah, kewalahan lah, dengan banyaknya program. (Bahkan) Ribuan program,” tandasnya.
Asti Mazar juga menuturkan bahwa anggaran yang mencapai 9 triliun tahun 2024 ini tak dipungkiri membuat banyak pihak terkejut dan kewalahan. Karena anggaran tersebut tentu merupakan amanah dari masyarakat dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Makanya saya bilang ini kemarin, kemarin 9 (triliun) ya sama perubahan, saya bilang kalau nanti di tahun 2024 kita sudah sampai nih 9,1 (triliun) belum (termasuk) perubahan. Bisa-bisa jadi 12 (triliun). ini bubuhanmu 2023 ini sudah terkejut ibaratnya terkejut (karena besarnya nilai) anggaran. Karena kewalahan,” pungkasnya.ADV








