Basti Sangga Langi Ingin Peserta Aksi Menyampaikan Aspirasinya Tanpa Mengganggu Pengguna Jalan

![]()
Sangatta, Citizens.co.id – Pelaksanaan memperingati Hari Buruh atau yang disebut May Day di Kabupaten Kutai Timur berjalan dengan aksi damai dan meriah dalam tema “Kerja Bersama Wujudkan Pekerja/Buruh Kompeten”.
Anggota DPRD Kabupaten Kutai Timur Komisi A, Basti Sangga Langi, yang juga hadir ditengah-tengah meriahnya acara tersebut, mengungkapkan pandangannya kepada tim media terkait situasi dunia ketenagakerjaan di Kutim.
Basti menyampaikan bahwa ia bersyukur bahwa perda dan perbub ketenagakerjaan kini telah berhasil dirampungkan beserta turunannya. Selanjutnya hanya tinggal menunggu sosialisasinya saja dari sisi pemerintah.
Lebih jauh, Basti berkata bahwa saat ini tengah dilakukan proses hearing atau dengar pendapat. Dalam agenda hearing tersebut, para pekerja menyampaikan apa saja yang menjadi tuntutan mereka pada pihak-pihak terkait.
Kendati demikian, Basti mengingatkan bahwa apabila menyangkut pada ranah mencabut undang-undang, hal itu bukanlah wewenang DPRD, melainkan ada pada DPR RI. Namun, ia tetap mempersilakan para peserta aksi menyampaikannya yang kemudian akan di tandatangani oleh pemerintah atau Pak Bupati.
“Untuk mencabut undang-undang itu kan bukan kewenangan kita. Iya, kewenangannya DPR RI. Silahkan. Nah, kalau kita mau membuat petisi ya silahkan aja. Nanti pemerintah, Pak Bupati, Tandatangan atau Bapak DPR RI,” tuturnya.
Disisi lain, terkakt acara peringatan Hari Buruh yanh berlangsung ini, Basti Menyampaikan bahwa sebenarnya konsep ini sudah ada sejak lama, dan memang tujuannya untuk memberi hiburan pada para pekerja yang lelah pada kesehariannya di dunia pekerjaan.
“Konsep ini sebenarnya sudah dari dulu. Saya pencetus pertama namanya May Day melakukan yang seperti ini. Ya seharusnya biasanya waktu 2011 saya adakan itu seperti lautan manusia hadir, tapi acaranya malam,” ujarnya.
Tak lupa, pemerintah pun turut hadir sebagai pihak yang akan melayani segala dialog dan aspirasi dari para pekerja atau buruh tersebut, untuk kemudian ditindaklanjuti dan bersama-sama membicarakan solusinya.
“Dan juga menyampaikan tuntutan-tuntutan kalian karena kita hadirkan pemerintah. Kemudian ada dialog,” tuturnya.
“Tapi kalau kita hanya turun ke jalan, ya bisa saja kita menghalangi orang pengguna jalan yang lain. Bisa saja kita, ya, baku tabrak dengan pengguna jalan lain,” tambahnya.ADV








