AdvertorialDPRD Kutai Timur

Agusriansyah Sebut Akan Push Kebutuhan Sarana dan Prasarana Pihak Pendidikan

Loading

Sangatta, Citizens.co.id – Meraih penghargaan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) wilayah Kalimantan Timur tentu merupakan sebuah prestasi yang membanggakan bagi msyarakat dan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim).

Pada sesi wawancara, anggota komisi D DPRD Kutim Agusriansyah menyampaikan apresiasinya kepada Pemkab Kutim atas penghargaan yang baru diraihnya.

Agusriansyah juga berharap penghargaan tersebut dapat dijadikan motivasi untuk terus memperbaiki berbagai sarana dan prasarana pelayanan publik baik dari segi infrastruktur maupun pembangunan sumber daya manusia.

Dalam hal realisasi anggaran pembangunan, kendati persentase baru di kisaran belasan persen, Agusriansyah menuturkan bahwa hal tersebut tak perlu dikhawatirkan. Hal tersebut lantaran ia berkaca pada tahun-tahun sebelumnya dimana pada akhirnya persentase serapan anggaran dapat mencapai angka yang maksimal asalkan semua pihak tetap fokus bekerja keras.

Terlebih, Agusriansyah menambahkan bahwa saat ini sistem pelaksanaan realisasi anggaran juga dibantu dalam sisi pencegahan dan pengawasannya oleh BPKP, BPK dan KPK. Juga, pemerintah pun saat ini tengah menerapkan sistem MCP atau Monitoring Center of Prevention.

“Artinya, sistem pelaksanaan realisasi daripada pembangunan itu kan ada pengawasan, baik pengawasan dari BPKP, pengawasan dari BPK, termasuk pengawasan dari KPK dalam sisi pencegahan dan pengawasan,” ujarnya

“Jadi saya rasa MCP juga kan sudah mulai diterapkan di Kabupaten Kutai Timur. Ini tentu saya rasa tidak main-main pemerintahan dalam proses,” lanjutnya

Kendati demikian, dalam hal teknis Agusriansyah mengarahkan langsung pada pihak SKPD, karena memang dipihak merekalah wilayah pelaksanaan dilakukan.

“Namun tentunya kalau ingin menjawabkan secara teknisnya, Karena teknisnya ada di SKPD itu memang ada di SKPD. Kalau kami secara lembaga dalam hal ini DPRD, Kita kan beberapa kali memanggil pemerintah juga dalam persoalan ini,” katanya

“Dan Alhamdulillah kan kita mendengarkan jawabannya. Namun ya terus kita berikan support, pressure. Agar supaya betul-betul pembangunan yang dibutuhkan masyarakat ini bisa cepat terrealisasi,” sambungnya.

Dilain pihak, Agusriansyah juga mengatakan bahwa ia akan ikut mendorong pihak terkait untuk memperhatikan terkait kebutuhan sarana dan prasarana yang sedang diidentifikasi oleh dinas pendidikan.

“Dan alhamdulillah tahun kemarin saja begitu banyak ya, baik misalnya ruang belajar maupun misalnya yang terkait soal UKS laboratorium itu terus berproses,” pungkasnya.ADV

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button