Ketua DPRD Kutim Harap Guru PPPK Bisa Penuhi Kebutuhan Guru di Pedalaman

![]()
Sangatta, Citizens.co.id – Kebutuhan tenaga guru di Kutai Timur diharapkan terpenuhi pasca adanya Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang kini ditugaskan mengajar di kawasan pedalaman. Dengan begitu diharapkan program merdeka belajar bisa tersosialisasi dengan baik.
Hal ini disampaikan oleh Ketua DPRD Kutai Timur (Kutim), Joni. Ia mengatakan, seiring dengan momen Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei lalu, pendidikan di Kabupaten Kutim makin berkualitas. “PPPK ini harusnya bisa memenuhi kebutuhan guru di pedalaman tersebut,” ungkapnya.
Namun begitu, ia mendengar bahwa sejumlah guru PPPK ini berharap bisa bertugas di kota. Menurut dia, mestinya mereka bisa memaksimalkan dahulu tenaga sebagai pengajar di pedalaman. Pasalnya, agar konsep merdeka belajar bisa merata, tenaga para guru PPPK ini sangat dibutuhkan.
“Para guru PPPK yang ditempatkan di pedalaman ini jangan lah buru-buru mau pindah ke kota,” katanya. Apalagi mereka telah melakukan sumpah dan janji. Sehingga hal ini yang harus dipegang teguh, bahwa pemerataan pendidikan yang jadi tujuan utama.
Para guru ini dituntut untuk bisa melaksanakan tugas sesuai prosedur. Paling tidak bisa bertahan selama lima hingga delapan tahun di tempat bertugas. Ini demi tersampaikannya aspek merdeka belajar pada para siswa di sana secara menyeluruh. “Nah,kalau sudah lima hingga delapan tahun ya silakan saja kalau mau ke kota,” katanya.
Tentunya demi kualitas pendidikan merata di Kabupaten Kutim, pengajar harus kompeten dan maksimal dalam mentransfer ilmu mengenai merdeka belajar ini. “Kita tentunya tidak mau ada yang ketinggalan. Termasuk di pedalaman. Jangan semua mau ke kota. Jangan sampai sekolah-sekolah di pedalaman ini ketinggalan,” ujarnya.
Merdeka belajar merupakan konsep matang, dan para guru ini bertugas menyebarkan program ini. Bagaimana tahapannya, tak hanya pada siswa tapi juga guru lainnya di pedalaman. Tujuan akhirnya adalah untuk kualitas pendidikan yang merata dan penerapan merdeka belajar di Kabupaten Kutim.
“Karena di sini butuh tenaga guru yang mumpuni untuk penyebaran program ini (merdeka belajar). Kalau di kota semua nanti ketinggalan lagi. Kita tentu tidak mau seperti itu,” pungkasnya.ADV








